3 Pencegahan Penyakit Kardiovaskular

Artikel Kesehatan kali ini akan mengulas Usaha untuk pencegahan penyakit kardiovaskular
Sebelum membahas tentang penyakit kardiovaskular, mari kita mengingat kembali apa itu sistem kardiovaskular.

Sistem kardiovaskular adalah suatu sistem organ yang berfungsi memindahkan zat ke dan dari sel. Sistem ini juga menolong stabilisasi suhu dan pH tubuh. 
Sistem Kardiovaskular yang mengalami penumpukan
Kardiovaskular
Tugas utama dari sistem kardiovaskular adalah Pertama, darah mengangkut oksigen dari paru-paru ke sel dan karbon dioksida dalam arah yang berlawanan. Kedua, yang diangkut dari nutrisi yang berasal pencernaan seperti lemak, gula dan protein dari saluran pencernaan dalam jaringan masing-masing untuk mengonsumsi, sesuai dengan kebutuhan mereka, diproses atau disimpan.


Metabolit yang dihasilkan atau produk limbah (seperti urea atau asam urat) yang kemudian diangkut ke jaringan lain atau organ-organ ekskresi (ginjal dan usus besar). Juga mendistribusikan darah seperti hormon, sel-sel kekebalan tubuh dan bagian-bagian dari sistem pembekuan dalam tubuh. 

jadi kita akan tahu apa akibatnya apabila sistem tersebut terganggu, terlebih bahwa sistem kardiovaskular berpusat pada jantung.

Di Indonesia angka kematian karena penyakit kardiovaskular makin meningkat, berdasarkan SKRT tahun 1980 menduduki urutan ketiga (9,9%), tahun 1986 urutan kedua (9,7%), dan tahun 1992 telah menduduki urutan pertama sebagai penyebab kematian bagi penduduk usia lebih dari 45 tahun yaitu sebanyak 16,4%. Pada SKRT tahun 1995 penyakit sistem kardiovaskular sebanyak 24,5% lebih tinggi dari penyakit infeksi sebesar 22,5%; dibanding SKRT tahun 1992, proporsi penyakit sistem sirkulasi ini meningkat cukup pesat, bahkan diperkirakan pada tahun 2009 penyakit pembuluh darah ini tetap menduduki urutan pertama sebagai penyebab kematian di Indonesia

Untuk itu, tindakan medis akan lebih mengacu pada cara agar  penyakit ini dapat dikendalikan

1. Pencegahan Primordial
Adalah usaha-usaha yang dilakukan sejak saat seorang wanita hamil dengan cara memeriksakan kehamilannya secara teratur untuk menghindari kemungkinan terkenanya penyakit jantung pada anak seperti infeksi oleh karena toxoplasma, german measles, lingkungan yang menyebabkan stress pada ibu yang akan berpengaruh pada janinnya

2. Pencegahan Primer
Usaha-usaha yang dilakukan sebelum terjadinya penyakit jantung dengan memodifikasi faktor-faktor risiko yang dapat diubah seperti obesitas, merokok, sedentary life style, hipertensi, diabetes, dislipidemia dan lain-lainnya.
Ada berbagai cara pencegahan primer dengan mengontrol atau modifikasi berbagai faktor risiko Penyakit jantung koroner yang dimiliki yaitu:

- Berhenti merokok
Seseorang yang berhenti merokok setelah 15 tahun, risiko terkena serangan jantung turun seperti orang yang tak pernah merokok.
- Melakukan latihan atau aktifitas fisik secara teratur dengan target latihan 30 menit tiap latihan dan dilakukan 5 x/minggu
- Memiliki berat badan ideal dengan target Indeks Masa Tubuh 18,5 – 22,5  dan lingkar metabolic < 35 inch pada wanita dan < 40 inch pada laki-laki
- Diet dengan asupan garam, karbohidrat dan lemak yang dikurangi, asupan buah, sayuran dan ikan yang cukup
- Mengontrol kadar gula darah pada penderita diabetes yaitu dengan target HbA1C < 6,5 %
- Mengontrol tekanan darah dengan target < 140/90 atau <130/80 mmHg pada penderita diabetes
- Mengontrol kadar lemak darah dengan target kadar LDL < 100 mmHg, trigliserida < 150 mg/dl dan HDL > 40 mg/dl

3. Pencegahan Sekunder
Pencegahan Sekunder adalah usaha-usaha pencegahan apabila seseorang pernah mengalami serangan jantung.

Ada berbagai cara pencegahan sekunder pasien dengan riwayat serangan jantung yaitu dengan tetap melakukan usaha-usaha pencegahan primer dan usaha-usaha lainnya seperti latihan fisik aerobik dengan intensitas sedang setidaknya 5 kali/minggu, program rehabilitasi yang diawasi ketat pada pasien risiko tinggi, diet dan mengurangi berat badan, kontrol Lemak darah dengan pemberian obat penurun kolesterol Statin pada semua pasien tanpa kontraindikas.

Berapapun kadar kolestrolnya, dimulai segera untuk mencapai target  LDL < 100 mg/dl, pengurangan LDL sampai < 70 mg/dl harus dipertimbangkan pada pasien risiko tinggi, perubahan gaya hidup lebih ditekankan bila kadar trigliserid > 150 mg/dl dan atau HDL < 40 mg/dl, suplemen Fibrat dan omega-3 harus dipertimbangkan pada pasien yang tidak tolerasi dengan statin, terutama bila kadar Trigliserida > 150 mg/dl, Kontrol tekanan darah dengan perubahan gaya hidup dan farmakoterapi untuk mencapai Target TD < 130 mm/Hg, pemberian aspirin dosis rendah.


0 comments:

Post a Comment